Tampilkan postingan dengan label Tips Seputar Dapur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Seputar Dapur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Juni 2010

Tips Mengolah Tahu

Banyak hidangan bisa kita ciptakan dari tahu. Dari sup yang sederhana sampai dengan penganan yang bisa kita santap sambil minum teh di sore hari.

Yang penting pula, gizi tahu luar biasa tingginya. Boleh dibilang tahu adalah makanan yang tinggi gizi, tetapi relatif ekonomis.

Banyak jenis tahu yang ditawarkan saat ini. Tahu kuning saja, jenisnya beberapa. Yang tipis, yang dikenal dengan sebutan takua, atau tahu kuning kotak biasa. Yang kuning umumnya sudah diberi rasa asin hingga Anda tak perlu menambahkan garam. Tahu putih pun ada dua macam. Tahu biasa dan tahu sutra.

Sebelum mengolahnya, ada baiknya tahu direbus lebih dahulu supaya tidak asam. Apalagi kalau Anda berniat menyimpannya untuk beberapa hari. Saat direbus, fermentasi tahu akan terhenti. Hati-hati saat merebus tahu sutra karena mudah sekali hancur.

Bukan cuma saat merebus harus berhati-hati, saat menggoreng tahu sutra pun dibutuhkan keterampilan khusus. Gunakan wajan anti lengket agar tidak melekat di dasar penggorengan. Gorenglah tahu hanya sampai berkulit, agar tahu sutra tidak malah menjadi lebih kecil ukurannya.

Untuk tahu-tahu yang akan dijadikan masakan, sebaiknya tidak digoreng lama-lama. Tahu yang terlalu garing, kelak akan keras kalau sudah dingin.
Nah, selamat mengolah tahu.

Sabtu, 05 Juni 2010

Tips mengolah daging kambing

Ingin memasak gulai atau tongseng kambing? Rasa gurih dan bau yang mengundang selera, membuat daging kambing terasa istimewa. Untuk itu, Anda perlu tahu cara mengolah daging kambing yang baik.

Berikut tips mengolah daging kambing:

1. Pilihlah daging kambing yang warnanya merah segar dan kenyal, lemaknya putih dan mengilap, tulangnya kemerahan dan lembab.

2. Pastikan disimpan dalam freezer dan terbungkus sempurna.  Ketika dikeluarkan dari freezer, daging kambing harus segera diolah untuk mencegah bakteri. Akan lebih baik lagi kalau diambil langsung dari hasil menyembelih, jadi dagingnya fresh.

3. Supaya daging tidak berbau prengus, daging kambing jangan dicuci dengan air.

4. Masukkan daging ke dalam air mendidih. Buang buihnya hingga tak tersisa. Selain itu, gunakan bumbu rempah-rempah yang banyak.

5. Agar daging kambing lebih empuk, bungkus dengan daun pepaya. Daun pepaya mengandung enzim papain yang bisa membuat daging lebih empuk. Ambil daun pepaya, memarkan tulang daunnya, bungkus rapat daging selama 1 jam atau lebih.

6. Anda juga bisa mengempukkan daging kambing dengan cara mencampurnya dengan parutan nanas muda selama 1 jam. Setelah itu bersihkan daging dan potong-potong.

7. Cara lain adalah merebus daging bersama sari santan kelapa hingga mendidih. Untuk 1 kg daging, gunakan 1 buah kelapa. Selain empuk, daging juga terasa lebih gurih karena telah menyerap santan.

Silakan sesuaikan dengan kebutuhan Anda, kalau ingin memasak daging kambing untuk gule, tongseng bisa menggunakan cara yang dimasak terlebih dahulu. Untuk membuat sate misalnya, bisa dengan cara nomor 5 atau nomor 6.

Semoga bermanfaat!
Sumber tabloid Nova.

Jumat, 09 April 2010

Menangis Saat Mengiris Bawang?

Mata Anda jadi perih saat mengiris bawang? Atau malah sampai menangis dan acara mengiris bawangnya langsung dihentikan? Namun Anda bisa mencegah tangisan akibat bawang ini.
Cobalah beberapa cara berikut ini:

1. Jangan pakai tangan secara langsung
Jika Anda memang selalu memasak sendiri di rumah, beli saja pengiris bawang. Pastikan Anda tidak memproses bawang terlalu lama di dalamnya, dan tunggu beberapa detik sebelum membuka tutupnya untuk memberi kesempatan gas yang ditimbulkan oleh bawang yang terpotong, mengendap terlebih dahulu.

2. Dinginkan dulu
Simpan bawang di dalam lemari es, atau letakkan dulu di dalam freezer selama beberapa menit sebelum dipotong. Meskipun bawang tidak perlu disimpan di dalam lemari es, bawang yang dingin tidak terasa begitu pedas untuk mata.

3. Potong dalam rendaman
Potong bawang di bawah air dingin untuk menghilangkan zat yang membuat iritasi sebelum hal itu dapat bereaksi terhadap mata Anda.

4. Hindari akarnya
Menurut The National Onion Association, Anda dapat mengurangi air mata ketika memotong bawang dengan memotong bagian atasnya lebih dulu, kemudian mengupas kulit terluarnya, dan biarkan akarnya utuh. Ujung akar dari bawang memiliki konsentrasi terbesar dari senyawa belerang, sehingga jika dipotong akan membuat mata pedih.

5. Bernafas lewat mulut
Cobalah menahan selapis roti (atau makanan apa pun) di antara gigi ketika Anda memotong bawang. Bernafas melalui mulut akan mengurangi kemungkinan zat yang membuat gatal naik ke hidung Anda, sehingga mengurangi pula kemungkinan untuk membuat pedih mata.

6. Buat tabungan bawang
Jika bawang merah termasuk bahan yang sering Anda gunakan saat memasak, rajang/iris saja dalam jumlah yang cukup banyak dalam sekali waktu, lalu simpan dalam wadah yang tertutup rapat di dalam lemari es. Waktu dan air mata akan dihemat.

Aku sering melakukannya dengan cara kedua, setelah bawang dikupas dan dicuci, simpan dalam kulkas, baru diiris. Kalau memerlukan banyak bawang iris, misalnya mau membuat bawang goreng, ya pakai pengiris  bawang saja. Hemat waktu dan air mata. hehe...

Mana yang sering Anda lakukan untuk mencegah nangis saat mengiris bawang? Tentu saja pilih yang sesuai kebutuhan Anda.

Semoga bermanfaat!

Jumat, 28 Agustus 2009

Tips Membuat Bawang Goreng Yang Enak, Renyah dan Cantik

Mau membuat bawang goreng yang cantik seperti ini? Membuat bawang goreng kelihatannya mudah, tapi kalau tidak mengetahui tipsnya bisa saja gosong, jadi kurang enak dilihat waktu ditaburkan pada masakan. Pengalaman nih..hehe... bisa dilihat disini. Bagaimana? dilihat jadi kurang cantik kan?



Nah agar terhindar dari hal seperti diatas, berikut ini tips membuat bawang goreng yang renyah, enak juga cantik warnanya.

Bahan:
* bawang merah, dikupas, cuci, iris tipis-tipis. Harus tipis, biar renyah setelah matang. Pakailah pisau yang tajam atau pakai alat buat mengiris bawang merah ( di Indonesia banyak dijual di toko).
* minyak untuk menggoreng
* sedikit garam
* tissu dapur

Cara membuat:
1. Bawang merah yang sudah diiris tipis, beri sedikit garam, aduk rata lalu goreng ke dalam minyak panas. Aduk-aduk selama menggoreng biar matang bareng dan merata warnanya.
2. Setelah warnanya kuning pucat, segera angkat, tiriskan. Segera pindahkan ke tissu dapur yang berlapis-lapis, ratakan, agar minyak terserap oleh tissu. Setelah dingin, warnanya akan kuning kecoklatan, cantik dilihat (bahasanya itu loh....hehe...).
3. Nah sekarang masukkan bawang goreng ke toples, siap dipakai buat taburan masakan Anda.

Kalau berhasil bisa kering, akan tahan lama tuh bawang goreng. Kalau aku tidak akan awet (maksudnya cepat habis gitu...) karena anakku suka sekali, setiap makan pasti pakai taburan bawang goreng.

Mudah-mudahan tipsnya bermanfaat dan selamat mencoba!

Selasa, 04 Agustus 2009

Tips Memelihara Alat-alat Masak


Dalam kegiatan masak-memasak, tak hanya bahan dan cara pengolahan saja yang perlu mendapat perhatian. Kita juga perlu memelihara dan merawat alat-alat masak agar tetap bisa awet dan tidak cepat rusak saat digunakan. Berikut ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu Anda.

Pisau

Untuk mempertahankan ketajaman pisau, sebaiknya gunakan talenan dari kayu jika ingin memotong bahan makanan yang ada. Hindari pemakaian talenan plastik karena potongan plastiknya bisa terbawa makanan yang dipotong.

Mixer atau blender

Jari-jari pisau pada alat-alat penggiling bisa menjadi tumpul jika tidak dirawat dengan baik. Oleh karena itu, ada baiknya Anda menggiling beberapa jumput garam beberapa kali tiap bulan agar pisau tetap terasah tajam.

Penggiling kayu

Saat menggiling adonan kue, ada kemungkinan adonan yang belum kalis melekat pada tongkat penggiling. Untuk membersihkannya, maka letakkan alat tersebut selama beberapa menit dalam freezer. Sesudah itu, Anda tinggal 'merontokkan' adonan yang telah membeku tersebut. Mudah bukan?!

Selamat mencoba!

Sabtu, 09 Mei 2009

10 Trik Sukses Mencoba Resep Baru

Pernah gagal saat mencoba resep masakan baru? Jangan buru-buru patah arang. Mungkin ada satu hal yang Anda tidak lakukan sehingga masakan tidak berhasil diwujudkan. Nah, 10 trik berikut ini akan membuat "percobaan" Anda berhasil.

1 Pertama-tama, baca baik-baik keseluruhan resep sebelum mulai memasak. Sering terjadi kita tidak mengenal jenis bahan makanan, alat masak, atau bumbu yang disebutkan dalam resep. Akhirnya, percobaan cuma berlangsung setengah jalan dan tak dapat diselesaikan karena alatnya tidak cocok atau bumbu tak ada.

Misalnya, untuk membuat barbeque, Anda sudah harus tahu benar, harus menyiapkan alat pemanggang, arang, dan lainnya. Atau untuk membuat cake keju, Anda memerlukan loyang besar. Nah, penuhi semua kebutuhan sebelum memulai pekerjaan.

2 Baca bagian "Catatan" atau "Tips" di setiap resep yang akan Anda coba. Bagian ini akan menolong Anda memperoleh petunjuk berarti dalam proses pembuatan masakan.
Mungkin juga catatan tadi dibuat oleh Anda sendiri ketika pertama kali mencoba resep tersebut. Misalnya, di situ Anda menulis, "Air harus dikurangi, tambahkan lagi sedikit garam," dan sebagainya.

3 Usahakan untuk mengetahui bagaimana kira-kira hasilnya sebelum memulai. Misalnya, Anda mencoba beberapa resep dari satu jenis masakan dan akhirnya jadi tahu bagaimana cara membuat adonan yang lebih enak dan dalam jumlah banyak.

4 Untuk resep yang membutuhkan putih telur, cara termudah memisahkan putih telur dari kuningnya adalah dengan memecahkan telur menjadi dua, buang putih telur dan tahan agar kuning telur tak ikut "turun". Masukkan kuning telur mangkuk lainnya. Dengan begitu, Anda mengurangi risiko putih telur tercampur. Atau gunakan corong. Soalnya, banyak kue yang gagal dibuat jika ada sedikit kuning telur tercampur di putihnya.

5 Beri tanda pada bagian-bagian resep yang harus menggunakan piring, mangkuk, atau cetakan khusus. Beberapa resep seperti saus, dressing, membutuhkan piring khusus yang mungkin dapat Anda cari atau buat sebelum mulai mencoba resep.

6 Jika membuat makanan atau minuman yang menggunakan cokelat, Anda dapat menambahkan rasa dengan memberi sedikit vanila. Ini bisa diterapkan, misalnya saat membuat es cokelat. Vanila akan membuat rasa es lebih nikmat.

7 Kalau harus memakai oven, sebaiknya sekurang-kurangnya 15 menit sebelumnya oven dipanaskan.

8 Untuk resep hamburger, daging yang tipis akan memberi hasil lebih baik. Simpan daging terlebih dahulu di freezer selama semalam agar tidak pecah saat dimasak. Setelah benar-benar beku, keluarkan dari lemari pendingin, siap untuk dipanggang atau digoreng selama 3­7 menit untuk satu sisi.

9 Jika membuat kue kering, agar mudah dan cepat, buatlah dengan bentuk yang sama. Misalnya, menggulung adonan dengan lingkaran seperti yang diinginkan, kemudian potong berbentuk lingkaran dengan pisau yang tajam.

10 Setiap kali memasak, jangan pernah lupa memeriksa alat pengukur suhu di oven, apakah masih akurat. Hal ini untuk menjaga kualitas masakan Anda. Selamat berkreasi!

Sumber: Nova

Sabtu, 18 April 2009

5 Langkah Kurangi Polusi di Dapur


Jadikanlah dapur sebagai tempat yang menyenangkan, sehat dan aman bagi keluarga Anda. Memasaklah dengan penuh cinta, berikanlah yang terbaik bagi keluarga Anda.
Berikut saya berikan tip-tip agar dapur menjadi indah dan sehat.

Asap dapur, sisa uap masak, ditambah lagi tumpukan sampah basah, bisa menjadi sumber polusi di rumah. Cari tahu yuk cara menguranginya.

Ada banyak hal bisa kita lakukan untuk mengurangi polusi yang terjadi di dapur. Lima di antaranya adalah:

1. Kurangi bahkan jika mungkin hilangkan sama sekali, penggunaan kompor minyak atau arang. Kedua kompor ini menghasilkan lebih banyak asap dibanding kompor gas.

2. Sediakan bukaan yang cukup, sebagai ventilasi untuk dapur. Dengan demikian, pertukaran udara dapat terus berlangsung, sehingga dapur terhindar dari endapan asap atau uap masak.

3. Jika perlu tambahkan cooker hood untuk menghisap dan mengeluarkan asap atau uap masak.

4. Buang sampah secara teratur. Jangan biarkan sampah menumpuk semalaman. Hal ini perlu dilakukan agar dapur terhindar dari bau tak sedap dan hama pengganggu.

5. Tempatkan tanaman pot di dapur. Keberadaan tanaman dapat mengurangi udara kotor di dapur. Tempatkan di vas atau pot-pot mungil. Selain sehat, tanaman juga mempercantik dapur.


Sumber: Kompas

Minggu, 12 April 2009

Memilih Daging Ayam

Memang tidak mudah memilih daging ayam yang segar. Padahal, ada lho, cara mudah memilih daging ayam yang segar dan bermutu baik. Ini tips-nya.
Memilih daging ayam untuk dikonsumsi seluruh keluarga memang harus hati-hati. Oleh karena itu, penting sekali bagi Anda untuk mengetahui ciri-ciri daging ayam yang dijual di pasaran.


Ayam segar mempunyai ciri sebagai berikut:
1. Warna dagingnya putih segar.
2. Warna lemak putih kekuningan dan merata di bawah kulit.
3. Bau dagingnya segar dan tidak berbau asing.
4. Dagingnya elastis bila ditekan jari, dan akan kembali seperti semula.
5. Tak ada tanda-tanda memar atau tanda lain yang mencurigakan.



Nah, bila tidak ada ciri-ciri diatas daging ayam tidak baik untuk dikonsumi, segera pilihlah daging ayam segar yang baru saja dipotong. Selamat berbelanja!